Renungan Harian

Menjadi Saksi Lewat Persembahan Hidup

Senin, 24 November 2025 – Peringatan Wajib St. Andreas Dung Lac, dkk

Daniel 1:1-6.8-20; Lukas 21:1-4

Dalam Injil hari ini, Yesus memuji persembahan seorang janda miskin yang memberi dua peser—jumlah yang sangat kecil, tetapi bernilai besar di mata Allah. Ia memberi bukan dari kelimpahan, melainkan dari seluruh hidupnya. Inilah yang membuat pemberiannya istimewa: hati yang total, penuh kepercayaan, tanpa perhitungan.

Pada hari ini, Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Andreas Dung-Lac dan para Martir Vietnam. Dalam diri mereka, kita melihat gambaran paling nyata dari teladan janda miskin itu. Para martir ini memberikan bukan hanya sebagian dari hidup mereka, tetapi seluruhnya. Mereka menyerahkan kehormatan, kenyamanan, kebebasan, bahkan nyawa, demi tetap setia kepada Kristus.

Iman bagi mereka bukan sekadar ajaran, melainkan cinta yang pantas diperjuangkan. Mereka tahu bahwa mengikuti Kristus berarti mengambil risiko dan memberikan diri sampai tuntas. Dan dalam kesetiaan mereka hingga mati, mereka menunjukkan bahwa nilai sebuah pemberian di hadapan Allah tidak diukur dari besarnya materi, tetapi dari ketulusan hati dan keberanian untuk berkorban.

Kita mungkin tidak dipanggil untuk menjadi martir dalam arti menumpahkan darah. Namun kita dipanggil menjadi saksi dalam hal-hal kecil: memberi waktu untuk berdoa, melayani dengan tulus, membela yang benar, dan melakukan kebaikan yang mungkin terlihat kecil. Dua peser kehidupan kita—waktu, tenaga, perhatian—dapat menjadi persembahan yang besar bila dilakukan dengan cinta.

Semoga teladan para martir meneguhkan kita untuk memberi dengan hati yang utuh, seperti janda miskin itu, dan tetap setia kepada Tuhan dalam setiap langkah hidup.

Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *