Sakramen Ekaristi

Sakramen Ekaristi dan Syarat Menerima Komuni Pertama

1. Pengertian Sakramen Ekaristi

Sakramen Ekaristi adalah salah satu dari tujuh sakramen dalam Gereja Katolik yang menjadi pusat dan puncak seluruh kehidupan iman Kristiani. Dalam Ekaristi, umat beriman mengenangkan dan menghadirkan kembali kurban Yesus Kristus di salib yang menebus dosa manusia. Melalui perayaan Ekaristi, roti dan anggur dikonsekrasikan oleh imam dan menjadi Tubuh dan Darah Kristus secara nyata (transubstansiasi).

Yesus sendiri yang menetapkan sakramen ini pada Perjamuan Malam Terakhir, ketika Ia mengambil roti dan berkata, “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu,” dan mengambil piala sambil berkata, “Inilah piala Darah-Ku, darah perjanjian baru yang ditumpahkan bagimu.” (Luk 22:19-20).

Melalui Ekaristi, umat Katolik:

  • Dipersatukan dengan Kristus secara rohani dan jasmani;
  • Dipersatukan dengan sesama umat beriman sebagai Tubuh Kristus yang satu;
  • Dikuatkan dalam iman untuk mewartakan kasih Allah di dunia.

Maka, Sakramen Ekaristi bukan hanya kenangan, tetapi perayaan nyata kehadiran Kristus di tengah umat-Nya.

2. Makna Komuni Kudus

Komuni Kudus adalah penerimaan Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrir. Menerima Komuni berarti menyambut Kristus sendiri ke dalam hati, memperdalam persatuan dengan-Nya, dan dipersatukan dengan seluruh Gereja.

Karena itu, setiap orang yang menerima Komuni harus mempersiapkan diri dengan layak, agar penerimaan itu sungguh menjadi sumber rahmat dan bukan sekadar tindakan lahiriah.

3. Syarat Menerima Komuni Pertama

Sebelum seseorang boleh menerima Komuni Kudus untuk pertama kalinya (Komuni Pertama), Gereja menetapkan beberapa syarat penting, antara lain:

  1. Sudah dibaptis secara Katolik.
    Baptisan merupakan pintu masuk ke dalam kehidupan iman Kristiani. Tanpa baptisan, seseorang belum dapat menerima sakramen lainnya.
  2. Telah mencapai usia dan pemahaman yang cukup (biasanya sekitar usia 9–12 tahun).
    Anak harus sudah mampu memahami makna dasar Ekaristi, yaitu bahwa roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
  3. Telah menerima pengajaran iman (katekesasi) tentang Ekaristi.
    Anak-anak yang akan menerima Komuni Pertama wajib mengikuti pelajaran persiapan atau katekese yang diberikan oleh paroki atau sekolah Katolik, agar mereka benar-benar mengerti iman yang mereka terima.
  4. Sudah menerima Sakramen Tobat terlebih dahulu.
    Sebelum menerima Komuni Pertama, anak-anak harus mengaku dosa agar hati mereka bersih dan siap menyambut Kristus.
  5. Mempunyai sikap hormat dan kesiapan batin.
    Penerimaan Komuni bukan sekadar seremonial, tetapi tanda kesatuan dengan Kristus. Karena itu, anak-anak dididik untuk memiliki rasa hormat, doa, dan sikap batin yang baik saat mengikuti Misa.
  6. Puasa Ekaristi selama satu jam sebelum Misa.
    Artinya, tidak makan atau minum (kecuali air putih dan obat) satu jam sebelum menyambut Komuni, sebagai tanda hormat kepada Kristus yang akan diterima.

4. Kesimpulan

Sakramen Ekaristi adalah perayaan kasih Allah yang paling agung, di mana Kristus sendiri hadir dan memberi diri-Nya sebagai santapan rohani. Komuni Pertama menjadi momen suci dan penuh rahmat, ketika seseorang untuk pertama kali menyatu dengan Kristus dalam Tubuh dan Darah-Nya. Oleh karena itu, penerimaan Komuni Pertama harus disiapkan dengan iman yang matang, hati yang bersih, dan pengertian yang benar akan maknanya.

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (Yohanes 6:54)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *