Renungan Harian

Bertahan dalam Iman di Tengah Tekanan

Rabu, 26 November 2025   

Dan. 5:1-6,13-14,16-17,23-28 ; Luk. 21:12-19  

Injil hari ini menggambarkan suasana yang tidak nyaman. Yesus berbicara tentang penolakan, penganiayaan, fitnah, bahkan pengkhianatan dari orang-orang terdekat. Ini bukan pesan yang mudah didengar, tetapi Yesus tidak bermaksud menakut-nakuti kita. Ia justru ingin mempersiapkan hati kita. Ia ingin meneguhkan bahwa menjadi murid-Nya bukan hanya soal berjalan dalam kemuliaan, tetapi juga setia dalam penderitaan.

Yesus berkata, “Ingatlah, jangan kamu memikirkan apa yang harus kamu katakan… sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat.” Di sini Yesus menegaskan bahwa dalam situasi paling sulit pun, kita tidak berdiri sendiri. Roh Kudus akan bekerja melalui kita—memberikan hikmat, ketenangan, dan keberanian.

Yesus bahkan menambahkan janji yang penuh penghiburan: “Tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.” Ini bukan jaminan bahwa kita tidak akan mengalami sakit atau kehilangan, tetapi jaminan bahwa hidup kita sepenuhnya ada dalam tangan Allah. Allah tidak membiarkan penderitaan menjadi sia-sia; Ia memakai semuanya sebagai jalan keselamatan.

Saudara-saudari terkasih, dalam hidup ini kita mungkin tidak mengalami penganiayaan seperti yang digambarkan Yesus, tetapi bentuk-bentuk tekanan iman selalu ada. Kita bisa ditolak karena kebenaran, dikritik karena memilih jalan yang jujur, dijauhi karena memegang nilai iman, atau dianggap aneh karena tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Banyak orang hari ini lebih memilih jalan pintas, kompromi, atau mencari aman, tetapi Injil menantang kita untuk tetap setia.

Yesus lalu menutup dengan kalimat yang sangat kuat: “Dengan ketekunanmu kamu akan memperoleh hidupmu.” Ini inti pesannya—ketekunan. Bukan sekadar kemampuan bertahan, tetapi keteguhan hati untuk tetap berada di pihak Tuhan meskipun tidak populer, tetap berdoa ketika doa terasa hampa, tetap mengasihi ketika disakiti, tetap jujur ketika kejujuran mahal, tetap berbuat baik ketika dunia justru memberi balasan buruk.

Ketekunan dalam iman adalah bentuk kepercayaan bahwa Allah bekerja, meskipun kita belum melihat hasilnya.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita memohon rahmat ketekunan itu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu kepada siapa kita berharap. Dalam setiap tekanan kita ingat: Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Semoga kita menjadi murid-murid yang setia, yang tetap teguh, dan memperoleh hidup yang dijanjikan oleh Tuhan sendiri.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *