Setia dalam Hal Kecil, Teguh dalam Hal Besar
Sabtu, 8 November 2025
Lukas 16:9-15
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kata setia sering dikaitkan dengan hal-hal besar—seperti kesetiaan terhadap pasangan, tanggung jawab dalam pekerjaan, atau komitmen dalam panggilan hidup. Padahal, jika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata setia memiliki makna yang sangat mendalam: patuh, taat, berpegang teguh pada pendirian atau perjanjian, tetap, dan teguh hati.
Sayangnya, banyak orang hanya menilai kesetiaan dari hal-hal besar yang bisa dilihat dan diapresiasi banyak orang. Akibatnya, hal-hal kecil dan sederhana—yang sebenarnya menjadi dasar dari kesetiaan sejati—sering kali diabaikan atau dianggap tidak penting.
Namun Yesus dalam Injil hari ini menunjukkan hal yang sebaliknya. Bagi Yesus, hidup beriman menuntut kesetiaan yang utuh dan menyeluruh. Iman bukan hanya tampak dalam momen besar, tetapi justru terbentuk dalam keseharian yang sederhana: dalam kejujuran di tempat kerja, kesabaran terhadap keluarga, ketekunan dalam doa, dan tanggung jawab dalam tugas kecil yang dipercayakan kepada kita.
Kesetiaan tidak muncul secara tiba-tiba ketika kita dihadapkan pada perkara besar. Ia tumbuh dari kebiasaan sehari-hari—dari ketekunan, kerajinan, dan hati yang jujur. Itulah sebabnya Yesus menegaskan: “Jika kamu tidak setia dalam hal yang kecil, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu hal yang besar?” (Luk. 16:11)
Allah tidak menilai kita dari seberapa besar hasil yang kita capai, melainkan dari ketulusan hati dan kesetiaan kita dalam mengerjakan hal-hal kecil dengan cinta. Dunia mungkin tidak melihatnya, tetapi Allah melihat. Dalam pandangan-Nya, setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan setia adalah wujud nyata iman yang hidup.
Karena itu, marilah kita belajar menjadi pribadi yang setia:
setia dalam doa, setia dalam pelayanan, setia dalam pekerjaan, setia dalam kasih kepada keluarga dan sesama. Dari kesetiaan kecil itulah, Allah menyiapkan kita untuk hal-hal besar.
Semoga melalui sabda hari ini, kita semua semakin diteguhkan untuk mengabdi hanya kepada Allah, bukan kepada mamon atau kepentingan duniawi. Dan semoga dalam setiap langkah kecil kita setiap hari, hati kita tetap teguh dan setia di hadapan-Nya.
Amin.
