Perayaan Hari Pangan Sedunia di Paroki Sancta Familia Sikumana: Wujud Syukur dan Aksi Nyata untuk Pangan Berkelanjutan
Kupang, 12 Oktober 2025 – Suasana penuh syukur dan semangat kebersamaan mewarnai Perayaan Hari Pangan Sedunia tingkat Paroki Sancta Familia Sikumana pada Minggu, 12 Oktober 2025. Perayaan ini diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh Pastor Paroki, Pater Sebast Wadjang, SVD, sebagai ungkapan syukur atas anugerah pangan dan kehidupan yang dianugerahkan Tuhan bagi umat-Nya.

Dalam perayaan Ekaristi tersebut, Pater Sebast membacakan Surat Gembala Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, sebagai pengganti kotbah. Dalam suratnya, Uskup Agung Kupang menegaskan bahwa pangan bukan sekadar urusan ekonomi atau produksi, tetapi menyangkut hak asasi manusia dan martabat setiap orang. Di bawah tema tahun ini, “Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik,” Mgr. Hironimus mengingatkan bahwa setiap orang berhak atas makanan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan — sebagai wujud kasih dan keadilan Allah. Beliau juga mengajak umat untuk menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan keadilan pangan bagi semua, mulai dari keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.
Perayaan ini menjadi semakin bermakna ketika Pater Sebast memberkati bibit tanaman berupa padi dan sorgum, yang kemudian diserahkan kepada perwakilan Kelompok Umat Basis (KUB). Tindakan simbolis ini menggambarkan kepedulian Gereja terhadap keberlanjutan pangan dan dorongan untuk kembali mencintai tanah serta mengelola sumber daya alam secara bijak. “Kita diajak untuk menanam, merawat, dan berbagi hasilnya, sebab itulah wujud nyata iman yang hidup,” ungkap Pater Sebast.

Setelah perayaan Misa, kegiatan dilanjutkan dengan pemberkatan dan pembukaan Pasar Mingguan Paroki, sebuah program dari Seksi Sosial Ekonomi (Sosek) DPP Paroki Sancta Familia Sikumana. Bapak Kanisius Kusi, selaku Koordinator Seksi Sosek, menjelaskan bahwa pasar ini dibuat untuk mendukung pengembangan ekonomi umat melalui ekonomi kreatif dan partisipatif. “Ke depan, kami akan menyiapkan lapak tetap di pelataran gereja agar kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi umat,” ujarnya. Pasar mingguan ini akan dibuka setiap Minggu pagi, pukul 07.00–12.00 WITA, dengan berbagai produk lokal seperti jajanan sehat, pangan olahan, dan hasil karya umat.

Sebagai wujud perhatian pada kesehatan umat, kegiatan Hari Pangan Sedunia ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, hasil kerja sama Seksi Kesehatan Paroki dengan Rumah Sakit Leona Kupang. Umat tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan mereka. Rencananya, Seksi Kesehatan akan menjadikan pelayanan kesehatan gratis ini sebagai program rutin setiap hari Minggu.

Melalui perayaan ini, Paroki Sancta Familia Sikumana menegaskan komitmennya untuk menjadikan iman yang dirayakan dalam Ekaristi berbuah dalam tindakan nyata — menghadirkan kasih, keadilan, dan keberlanjutan hidup bagi seluruh umat Allah.**


