Sakramen Orang Sakit

Pelayanan Sakramen Orang Sakit

1. Makna Sakramen Orang Sakit

Sakramen Orang Sakit adalah tanda kasih Allah yang memberikan penguatan, kedamaian, dan pengampunan dosa bagi orang yang sedang sakit berat, lanjut usia, atau menjelang ajal. Melalui pelayanan ini, Kristus hadir untuk menyembuhkan dan menguatkan orang yang menderita.

2. Siapa yang Dapat Menerima

  • Umat Katolik yang sakit berat secara fisik atau mental.
  • Lansia yang kesehatannya mulai menurun.
  • Umat yang akan menjalani operasi besar atau berada dalam bahaya maut.
  • Sakramen ini bisa diterima lebih dari sekali, jika kondisi sakitnya memburuk atau muncul penyakit baru.

3. Langkah-langkah Pelayanan

    1. Permohonan dari Keluarga atau Pasien
      • Keluarga atau kerabat menghubungi kantor paroki atau langsung pastor paroki untuk meminta pelayanan Sakramen Orang Sakit.
      • Informasikan nama lengkap, alamat, dan kondisi pasien serta waktu yang memungkinkan untuk kunjungan.
    2. Persiapan di Rumah atau Rumah Sakit
      • Siapkan meja kecil yang bersih dan tertata rapi di dekat pasien.
      • Letakkan di atas meja:
        • Salib atau patung Kristus
        • Dua lilin yang siap dinyalakan
        • Air suci (jika ada)
        • Sedikit kapas atau tisu
        • Segelas air minum (jika pasien masih bisa menelan)
    3. Kehadiran Imam dan Pelayanan Sakramen
      • Imam datang dan menyalami keluarga serta pasien.
      • Ibadat singkat dilaksanakan, meliputi:
        • Tanda Salib dan Salam
        • Bacaan Sabda Tuhan
        • Doa Umat dan Litani
        • Pengurapan dengan Minyak Suci pada dahi dan telapak tangan pasien sambil berdoa: “Semoga Tuhan yang dengan pengurapan kudus ini mengampuni dosa-dosamu dan menolong engkau dengan rahmat-Nya.”
        • Doa sesudah pengurapan
        • Jika memungkinkan, pasien juga dapat menerima Sakramen Tobat dan Komuni Kudus (Viaticum).
    4. Penutup dan Doa untuk Keluarga: Imam menutup dengan doa berkat bagi pasien dan keluarga agar tetap kuat dan berpengharapan dalam kasih Tuhan.

4. Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan menunggu sampai pasien sangat kritis atau tidak sadar baru memanggil imam.
  • Sakramen ini bukan hanya untuk orang yang akan meninggal, tetapi juga untuk mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
  • Umat dianjurkan membantu keluarga yang membutuhkan pelayanan ini dengan menginformasikan kepada pastor paroki secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *