BeritaBerita Paroki

Uskup Agung Kupang Ajak Umat Jadikan Hak atas Pangan sebagai Wujud Keadilan dan Martabat Manusia

Kupang, 10 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menerbitkan Surat Gembala bertajuk “Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik” (Mzm 145:15-16). Dalam surat yang ditujukan kepada seluruh umat di Keuskupan Agung Kupang, Uskup Hironimus menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan hak asasi manusia yang melekat pada setiap pribadi dan harus dijamin secara adil.

Uskup Hironimus mengingatkan bahwa meskipun pangan menjadi kebutuhan dasar manusia, “hak dasar ini sering kali diabaikan dan tidak diterapkan secara adil, dengan segala konsekuensi riskan yang ditimbulkannya.” Karena itu, ia menyerukan perlunya transformasi sistem pangan yang mempertimbangkan keberagaman sumber makanan bergizi, sehat, dan berkelanjutan, serta mendukung para petani kecil sebagai tulang punggung ketahanan pangan lokal.

Dalam surat itu, Uskup menyoroti pentingnya mendengarkan suara dari bawah — para petani, pekerja, dan keluarga kecil — yang berada di lapisan dasar rantai pangan. Ia menegaskan bahwa solusi yang kuat untuk krisis pangan harus berakar pada prinsip subsidiaritas dan solidaritas, dengan keadilan sebagai pedoman utama setiap kebijakan. “Umat manusia yang terluka oleh ketidakadilan membutuhkan tindakan nyata yang membangun kehidupan lebih baik dalam semangat persaudaraan,” tulisnya.

Mengacu pada kondisi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sering dilanda kekeringan dan lahan kritis, Uskup Hironimus menekankan pentingnya paradigma ekologi integral. Ia mengajak umat dan para pengambil kebijakan untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperkuat ekonomi petani. Selain itu, ia mengingatkan agar pembangunan infrastruktur dan industri selalu mempertimbangkan dampak ekologis serta sosial jangka panjang.

Uskup juga menyoroti nilai-nilai budaya lokal yang perlu terus dihidupi, seperti hukum adat tanah, larangan merusak sumber air, serta ritus syukur panen, sebagai bentuk penghormatan terhadap alam ciptaan Allah.

Dalam suratnya, Mgr. Hironimus mengutip pesan Paus Leo XIV pada Hari Orang Miskin Sedunia, yang menegaskan bahwa menolong orang miskin adalah soal keadilan sebelum menjadi soal amal kasih. “Kekayaan alam dan hasil kerja manusia seharusnya dapat diakses secara adil oleh semua orang,” tulis Paus sebagaimana dikutip oleh Uskup Hironimus.

Di akhir suratnya, Uskup Agung Kupang mengajak seluruh umat beriman untuk menjadikan peringatan Hari Pangan Sedunia sebagai momentum kebangkitan kesadaran dan tindakan nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. “Semoga tiada warga yang kelaparan atau terpaksa mengorbankan masa depan karena kebutuhan dasar yang tak terpenuhi,” tulisnya menutup surat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *