Sejarah Paroki Sancta Familia Sikumana

Paroki Sancta Familia Sikumana merupakan salah satu paroki dalam wilayah Keuskupan Agung Kupang yang secara kanonik resmi berdiri pada tanggal 26 Desember 1986. Paroki ini mengambil pelindung Keluarga Kudus Nazaret — Yesus, Maria, dan Yosef — yang dalam bahasa Latin disebut Sancta Familia. Semangat hidup Keluarga Kudus menjadi dasar dan inspirasi utama dalam kehidupan menggereja umat Paroki Sikumana, terutama dalam membangun persekutuan, pelayanan, dan semangat missioner di tengah masyarakat.

Sejak awal berdirinya, Paroki Sancta Familia Sikumana menghadapi berbagai tantangan pastoral, baik karena luasnya wilayah pelayanan maupun keterbatasan sarana dan prasarana. Namun demikian, umat dan para pelayan pastoral tetap percaya pada penyelenggaraan Ilahi yang senantiasa menyertai perjalanan paroki ini. Berkat semangat iman dan kerja sama seluruh umat, dari tahun ke tahun Paroki Sancta Familia Sikumana terus berkembang dan membangun diri menjadi Gereja yang mandiri, setiakawan, dan missioner.

Secara geografis, wilayah awal paroki ini berada dalam cakupan pemerintahan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Di sebelah timur, paroki ini berbatasan dengan Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui. Di sebelah barat berbatasan dengan Laut Timor dan wilayah Paroki St. Kristoforus Rote Ndao. Di sebelah utara berbatasan dengan Paroki Sta. Maria Assumpta, Paroki St. Yoseph Naikoten, dan Paroki St. Gregorius Agung Oeleta. Sementara di bagian selatan berbatasan dengan Paroki St. Yohanes Pembaptis Buraen.

Dari segi topografi, wilayah Paroki Sancta Familia Sikumana didominasi daerah berbukit-bukit dan memiliki lahan pertanian serta peternakan yang cukup luas. Wilayah pastoralnya terbentang dari Stasi Haukoto hingga Stasi Fetonai, mencerminkan karakter masyarakat yang sebagian besar hidup dari sektor pertanian dan peternakan.

Pada masa awal pendiriannya, Paroki Sancta Familia Sikumana memiliki lima stasi pusat dengan lima kapela. Pusat paroki berada di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Selain itu terdapat Stasi St. Fransiskus Asisi BTN di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa; Stasi St. Agustinus Belo di Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa; Stasi St. Petrus Haukoto di Kelurahan Fatu Koa, Kecamatan Maulafa; serta Kapela Naioni di Kelurahan Naioni, Kecamatan Maulafa.

Wilayah pelayanan paroki juga menjangkau daerah Kabupaten Kupang, yakni Stasi St. Petrus Kuaputu di Desa Oelmasi, Kecamatan Nekamese; Kapela Noelsinas di Desa Tunfeu; Kapela Sta. Theresia Avila Usapi Sonbai di Desa Usapi Sonbai; Kapela St. Rafael Bone di Desa Taloitan; serta Kapela Sta. Maria Ratu Damai Fetonai di Desa Tasikona, semuanya berada dalam wilayah Kecamatan Nekamese.

Perkembangan jumlah umat dan luasnya pelayanan pastoral kemudian mendorong terjadinya pemekaran wilayah paroki. Pada tanggal 5 Januari 2015, Paroki Sancta Familia Sikumana dimekarkan menjadi dua paroki, yakni Paroki Sancta Familia Sikumana dan Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua. Wilayah Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua meliputi Stasi Belo, Noelsinas, Kuaputu, Usapi Sonbai, Bone, dan Fetonai. Sementara itu, Paroki Sancta Familia Sikumana tetap melayani sembilan wilayah, tiga puluh satu Komunitas Umat Basis (KUB), serta dua stasi, yakni Stasi St. Petrus Haukoto dan Naioni.

Perjalanan perkembangan pastoral terus berlanjut. Pada tanggal 29 Juni 2025, Paroki Sancta Familia Sikumana kembali mengalami pemekaran dengan dibentuknya Kuasi Paroki Santo Petrus Haukoto. Wilayah kuasi paroki baru ini meliputi Stasi Haukoto dan Naioni. Dengan pemekaran tersebut, wilayah pelayanan Paroki Sancta Familia Sikumana kini terdiri atas 11 wilayah dan 35 Komunitas Umat Basis (KUB).

Hingga saat ini, Paroki Sancta Familia Sikumana terus berkembang sebagai komunitas umat beriman yang hidup dalam semangat persaudaraan, pelayanan, dan pewartaan Injil. Berlandaskan teladan Keluarga Kudus Nazaret, paroki ini terus berupaya menjadi Gereja yang hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan kasih, persatuan, dan pengharapan bagi semua orang.